Just another Wadah Aspirasi dan Kreasi Mahasiswa UGM Sites site

BALANCED SCORECARD SEBAGAI PENGUKURAN KINERJA

Posted Friday, June 12th, 2015

Apa itu BSC ?

  • Pengukuran kinerja perusahaan yang modern dengan mempertimbangan empat perspektif (yang saling berhubungan) yang merupakan penerjemahan strategi dan tujuan yang diingin dicapai oleh suatu perusahaan dalam jangka panjang, yang kemudian diukur dan dimonitor secara berkelanjutan
  • Konsep ini dikembangkan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton

 

Kapan Munculnya Balanced Scorecard ?

  • Adanya pergeseran tingkat persaingan bisnis dari industrial competition ke information competition, sehingga mengubah alat ukur atau acuan yang dipakai oleh perusahaan untuk mengukur kinerjanya.

Perubahan Teknologi à Persaingan ketat di dunia bisnis à Mendorong kebutuhan akan Informasi à Mengakibatkan persaingan Informasi à Untuk membantu ambil keputusan.

 

Mengapa kata “BALANCE”

  • Karena Balanced Scorecard menunjukkan adanya keseimbangan antara semua factor yaitu keseimbangan antara :

à Faktor keuangan dan non keuangan

à Pihak eksternal dan internal

à Jangka pendek dan jangka panjang

 

Empat Perspektif Apa Saja ?

  1. Perspektif Keuangan (K)
  2. Perspektif Pelanggan (NK)
  3. Perspektif Bisnis Internal (NK)
  4. Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran (NK)

 

Mengapa Harus 4 Perspektif ?

  • Perspektif Keuangan tidak cukup mencerminkan kinerja perusahaan dimana perspektif keuangan yang baik tidak menjamin bahwa perusahaan tersebut akan bisa exiss dalam jangka panjang (yang merupakan tujuan utama suatu perusahaan didirikan)

 

Mengapa Perspektif Non Keuangan Penting ?

  • Perspektif Non Keuangan di anggap sebagai bagian yang bila ikut diperhatikan, pada akhirnya dapat mendongkrak kinerja keuangan yang merupakan keinginan utama dari pemegang saham.
  • Untuk dapat exiss, perusahaan harus mempunyai strategi yang dituangka dalam action-action, sehingga penilaian kinerja juga harus lebih dari sekedar penilaian financial.

 

Apa yang diutamakan dalam setiap perspektif ?

  1. Financial à Berorientasi pada para pemegang saham
  2. Customer à Bagaimana kita bisa menjadi supplier utama yang paling bernilai bagi para customer
  3. Internal Bussiness Process à Proses bisnis apa saja yang terbaik yang harus kita lakukan dalam jangka panjang untuk mencapai tujuan financial dan kepuasan konsumen
  4. Learning and Growth à Bagaimana kita bisa meningkatkan dan menciptakan value secara continue terutama dalam hubungannya dengan kemampuan dan motivasi karyawan

 

Apa Yang Dinilai dari Perspektif Pelanggan ?

Perspektif Pelanggan dapat diukur dengan lima aspek utama (Kaplan, 1996)

  1. Pengukuran Pangsa Pasar
  2. Pengukuran Customer Retention
  3. Pengukuran Customer Acquisition
  4. Pengukuran Customer Satisfaction
  5. Pengukuran Customer Profitability

 

Apa Yang Dinilai dari Perspektif Bisnis Internal ?

Perspektif Bisnis Internal dapat diukur dengan tiga aspek utama yaitu :

  1. Proses Inovasi (penelitian dasar dan trepan juga penelitian pengembangan produk)
  2. Proses Operasi (menitikberatkan pada efisiensi proses, konsistensi dan ketepatan waktu dari barang/jasa yang diberikan kepada konsumen.
  • Pengukuran terhadap efisiensi waktu yang dibutuhkan (time measurements)

 

Processing Time

Manufacturing Cycle Efectiveness = ———————-

Throughput Time

 

  • Pengukuran terhadap kualitas proses produksi (quality process measurements)

Menditeksi adanya tingkat kerusakan produk dari proses produksi, perbandingan produk bagus yang dihasilkan dengan produk bagus yang masuk dalam proses, bahan buangan (waste), bahan sisa (scrap), besarnya angka pengerjaan kembali (rework), besarnya angka pengembalian bari dari konsumen dll.

 

  • Pengukuran terhadap efisiensi biaya proses produksi (process cost measurements)

Dalam manufaktur maju, pengukuran atas biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk digunakan ABC system.

 

Ketiga poin di atas secara bersama-sama (simultan) akan menghasilkan tiga parameter yang penting untuk mengkarakteristikkan pengukuran proses bisnis internal (perhitungan biaya yang tepat dimana tidak ada pemborosan biaya dari aktivitas yang tidak bernilai tambah dan kualitas produk yang dihasilkan baik akan menghasilkan proses bisnis internal yang baik).

 

  1. Pelayanan Purna Jual (akan mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen)

Aktivitas-aktivitas diantaranya : garansi, reparasi, perlakuan terhadap produk cacat atau rusak, pelayanan dalam komplain dll

 

Apa Yang Dinilai dari Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran ?

  • Betapa pentingnya untuk terus memperhatikan karyawan, memantau kesejahteraannya, meningkatkan pengetahuan karyawan yang pada gilirannya akan meningkatkan kemampuan untuk mencapai hasil ketiga perspektif diatasnya.

 

  1. Mengukur Kemampuan Karyawan dengan 3 aspek :
  • Pengukuran kepuasan karyawan
  • Tingkat keterlibatan karyawan dalam proses pengambilan keputusan
  • Pengakuan terhadap hasil kerja karyawan
  • Kemudahan dalam mendapatkan informasi sehingga dapat bekerja sebaik mungkin
  • Keaktifan dan kreativitas dalam melakukan pekerjaan
  • Tingkat dukungan yang diberikan kepada karyawan
    • Pengukuran perputaran karyawan dalam perusahaan
    • Pengukuran produktivitas karyawan
  • Gaji yang diperoleh
  • Rasio perbandingan antara konpensasi yang diperoleh karyawan dengan jumlah karyawan yang ada di perusahaan.

 

  1. Kemampuan Sistem Informasi

Kualitas dan produktifitas karyawan dipengaruhi oleh akses terhadap system informasi yang dimiliki perusahaan (persentase ketersediaan informasi). Semakin mudah informasi diperoleh maka karyawan akan memiliki kenerja yang semakin baik

Informasi yang dibutuhkan karyawan seperti informasi pelanggannya, biaya produksi dll

 

  1. Motivasi, Pemberian Wewenang dan Pembatasan Wewenang Karyawan

Selain kemudahan akses informasi yang bergitu bagus tetapi juga harus diikuti dengan adanya motivasi karyawan untuk mau meningkatkan kinerjanya.

Pengukuran motivasi karyawan dapat dinilai melalui dimensi :

  • Pengukuran terhadap sarana yang diberikan kepada perusahaan dan diimplementasikan
  • Pengukuran atas perbaikan dan peningkatan kinerja karyawan
  • Pengukuran terhadap keterbatasan individu dalam organisasi

 

 

Referensi :

  1. Mulyadi (1999), Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen : Sistem Pelipatganda Kinerja Perusahaan, Edisi satu, Yogyakarta : Adiya Media
  2. http://puslit.perta.ac.id/journals/acounting